BLOG

News

JUMLAH KELURGA DAN STATUS HUBUNGAN

Keluarga

Informasi tentang jumlah keluarga dan komposisi anggota keluarga, diperlukan dalam perencanaan maupun implementasi kebijakan pemenuhan pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, kebutuhan       pangan, pengentasan kemiskinan dan sebagainya. Keluarga di definisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan,kelahiran,adopsi dan lain sebagainya. keluarga dapat di bagi menjadi 2 tipe yaitu : Keluarga inti(Nuclear family),yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak kandung, anak angkat maupun adopsi yang belum kawin, atau ayah dengan anak-anak yang belum kawin atau ibu dengan anak-anak yang belum kawin.  Keluarga luas (extended family), adalah keluarga yang terdiri dari ayah,ibu,anak-anak baik yang sudah kawin atau belum. Cucu, orang tua, martua maupun kerabat-kerabat lain yang menjadi tanggungan kepala keluarga.

Jumlah keluarga dan rata-rata jumlah anggota keluarga

Banyaknya jumlah anggota keluarga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan dan kesejahteraan dalam satu keluarga,dimana diasumsikan semakin kecil jumlah anggota keluarga biasanya akan semakin baik tingkat kesejahteraannya. Rata-rata jumlah    anggota keluarga biasanya di gunakan untuk melihat perubahan pradigma dari keluarga luas menjadi keluarga kecil.

Tabel 16

Penduduk, Keluarga dan Rata-Rata Anggota Keluarga Menurut Kecamatan

NO

KEC

KECAMATAN PENDUDUK % KELUARGA % RATA_ANGGOTA
01 KOTAPINANG 57.762 18 14.250 18 4
02 KAMPUNG RAKYAT 52.282 17 13.209 17 4
03 TORGAMBA 119.320 38 28.844 37 4
04 SUNGAI KANAN 53.615 17 12.689 16 4
05 SILANGKITANG 33.255 11 9.130 12 4
 TOTAL KAB/KOTA 316.234 100 78.122 100 4

Sumber :     Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data Tahun 2016 (diolah)

Keluarga dibentuk dari sekelompok orang yang terikat dan mempunyai hubungan kekerabatan karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain sebagainya. Unit keluarga menjadi hal penting untuk berbagai intervensi seperti penanganan kemiskinan, keluarga berencana, kesehatan dan lain sebagainya. Keluarga terbagi menjadi dua yaitu keluarga inti/batih (nuclear family) dan keluarga luas (extended family). Besarnya jumlah anggota keluarga biasanya digunakan untuk menggambarkan kesejahteraan keluarga, dimana semakin kecil jumlah anggota keluarga diasumsikan akan semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.

Pada saat sekarang ini sudah mulai muncul adanya keluarga yang terdiri dari 3 generasi yaitu generasi orang tua, anak dan menantu dan cucu atau yang biasa disebut dengansandwiches family, dimana pasangan suami istri harus menanggung orang tua/mertua dan anak-anak mereka sendiri. Persoalan yang muncul adalah bagaimana dengan kesejahteraan mereka, bagaimana dengan beban yang mereka tanggung dan bagaimana system pengasuhan baik orang tua maupun anak bisa berlangsung dalam keluarga semacam ini.

Jumlah keluarga di Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2016  sebanyak 78.122 keluarga yang tersebar di 5 kecamatan. Kecamatan Torgamba memiliki jumlah keluarga terbesar yaitu 28.844 keluarga (37,58%) kemudian disusul oleh kecamatan Kotapinang sebanyak 14.250 keluarga (18,77%) dan Kecamatan Kampung Rakyat sebanyak 13.209 keluarga (17,65%), dan Kecamatan Sungai Kanan sebanyak 12.689 keluarga (16,29%). Sedangkan jumlah keluarga terkecil berada di Kecamatan Silangkitang yaitu 9.130 keluarga (12,71%).

Rata-rata jumlah  anggota keluarga di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebanyak 3,95 per keluarga. Ini menunjukkan bahwa keluarga di Kabupaten Labuhanbatu Selatan lebih banyak merupakan keluarga inti dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 3-4 orang. Bila diperhatikan menurut kecamatan, rata-rata jumlah anggota keluarga di setiap Kecamatan juga terdiri dari 3-4 orang per keluarga.

Informasi tentang rata-rata jumlah anggota keluarga ini dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan program keluarga berencana di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan dapat digunakan pemerintah kota dalam merencanakan kebutuhan perumahan,seperti untuk menentukan ukuran rumah dengan berbagai tipe agar dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat yang beranggota 3-4 orang.

 Status hubungan dengan kepala keluarga (SHDK )

Hubungan dengan kepala keluarga digunakan untuk melihat banyaknya kepala keluarga menurut jenis kelamin, pola pengaturan tinggal bersama (living arrangement )dan pola pengasuhan anak dalam keluarga tersebut. Setiap anggota dalam keluarga mempunyai status hubungan dengan kepala keluarga seperti suami, istri, anak, menantu, cucu, keponakan orang tua dan mertua termasuk adanya orang lain yang tinggal bersama seperti pembantu rumah tangga.

Tabel 17

Persentase Penduduk Menurut Kecamatan, Status Hubungan Dengan

Kepala Keluarga dan Jenis Kelamin

No Status Hubungan Keluarga Laki-laki Perempuan Jumlah
n % n % n %
1 Kepala Keluarga 71.171 91,1 6.951 8,89 78.122 24,70
2 Suami 4 0,001 0 4 0,00
3 Istri 0 68.757 21,74 68.757 88,01
4 Anak 87.354 27,62 75.526 23,88 162.880 51,51
5 Menantu 4 0,001 9 0,002 13 0,02
6 Cucu 387 0,12 348 0,11 735 0,23
7 Orang Tua 113 0,03 751 0,23 864 0,27
8 Mertua 50 0,02 287 0,09 337 0,43
9 Famili Lain 2.814 0,89 1.517 0,48 4.331 1,37
10 Pembantu 0 10 0,002 10 0,01
11 Lainnya 45 0,02 136 0,04 181 0,06

Sumber :  Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data

Tahun 2016 (diolah)

Status hubungan  anggota  keluarga  dengan  kepala  keluarga diperlukan untuk melihat komposisi anggota keluarga, pola pengaturan tempat tinggal (living arrangement) dan pola pengasuhan anak. Dari Tabel. 4.16. nampak bahwa kepala keluarga laki-laki umumnya mempunyai pasangan/isteri yaitu dari 78.112 kepala keluarga laki-laki (91,1%) yang mempunyai isteri sebanyak 68.757 orang (21,74%), sedangkan dari 6.951 kepala keluarga perempuan (8,89%) hanya 4 orang (0,01%) saja yang bersuami. Hal ini menunjukkan bahwa kepala keluarga perempuan pada umumnya berstatus lajang baik mereka yang belum pernah kawin maupun mereka yang berstatus janda.

Adapun proporsi anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah yang berstatus menantu, cucu, orang tua, mertua, dan famili lain menunjukkan proporsi yang rendah yaitu sekitar 5,44 persen. Ini mencerminkan bahwa keluarga luas (extended family) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan jumlahnya tidak besar. Namun demikian, perlu diperhatikan adalah keluarga luas yang dikepalai oleh perempuan, jumlahnya lebih besar dibandingkan yang dikepalai oleh laki-laki.

Karakteristik Kepala Keluarga berdasarkan umur

Karakteristik kepala keluarga berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, status kesehatan, pekerjaan penting untuk diketahui, berkaitan dengan perencanaan kebijakan pelayanan kebutuhan dasar berbasisi keluarga seperti ketersediaan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, kemiskinan, dan lain-lain.

Tabel 18

Proporsi Kepala Keluarga Menurut Kelompok Umur dan Status Perkawinan

UMUR Belum Kawin Kawin Cerai Hidup Cerai Mati Jumlah
n % n % N % n % n %
05-09 0 0,00 1 0,00 0 0,00 0 0,00 1 0,00
15-19 12 0,02 17 0,02 0 0,00 0 0,00 29 0,04
20-24 249 0,32 1.107 1,42 14 0,02 10 0,01 1.380 1,77
25-29 390 0,50 6.098 7,81 84 0,11 44 0,06 6.616 8,47
30-34 243 0,31 11.423 14,62 158 0,20 133 0,17 11.957 15,31
35-39 103 0,13 12.209 15,63 192 0,25 210 0,27 12.714 16,27
40-44 31 0,04 10.268 13,14 211 0,27 339 0,43 10.849 13,89
45-49 38 0,05 9.063 11,60 200 0,26 554 0,71 9.855 12,61
50-54 25 0,03 7.769 9,94 152 0,19 845 1,08 8.791 11,25
55-59 11 0,01 5.853 7,49 131 0,17 1.005 1,29 7.000 8,96
60-64 3 0,00 3.370 4,31 71 0,09 839 1,07 4.283 5,48
65-69 1 0,00 1.524 1,95 53 0,07 569 0,73 2.147 2,75
70-74 2 0,00 827 1,06 42 0,05 343 0,44 1.214 1,55
> 75 3 0,00 813 1,04 51 0,07 419 0,54 1.286 1,65

Sumber :  Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data Tahun 2016 (diolah)

 

Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin.

Masyarakat Indonesia cenderung menganggap bahwa laki-laki adalah penanggung jawab ekonomi keluarga sekaligus sebagai kepala keluarga. Namun dalam kenyataannya tidak sedikit perempuan yang menjadi kepala keluarga karena pasangan meninggal, cerai atau sebab-sebab lainnya. Karakteristik kepala keluarga menurut jenis kelamin dapat menunjukkan kecendrungannya dimasa depan dan bagaimana gambaran social ekonomi keluarga yang dikepalai oleh seorang perempuan. Penambahan persentase kepala keluarga perempuan tersebut dapat juga menggambarkan tingkat perceraian (baik cerai hidupmaupun cerai mati) yang terjadi dan juga dapat menggambarkan salah satu tren gaya hidup modern.

Tabel 19

Jumlah dan Proporsi Kepala Keluarga Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin

NO KEC KECAMATAN Jumlah Kepala Keluarga
Laki-laki Perempuan L + P
n % n % n %
01 KOTAPINANG 12.747 16 1.503 2 14.250 18
02 KAMPUNG RAKYAT 12.180 16 1.029 1 13.209 17
03 TORGAMBA 26.591 34 2.253 3 28.844 37
04 SUNGAI KANAN 11.379 15 1.310 2 12.689 16
05 SILANGKITANG 8.274 11 856 1 9.130 12
 TOTAL KAB/KOTA 71.171 91 6.951 9 78.122 100

Sumber :     Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data Tahun 2016 (diolah)

 

Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Status Kawin.

Dalam konsep demografi kepala keluarga merupakan seorang baik laki-laki maupun perempuan berstatus menikah maupun tidak yang mempunyai peran fungsi dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga baik secara ekonomi, social maupun psikologi.

Table 20

Kepala Keluarga Berdasarkan Status Perkawinan dan Jenis Kelamin

STATUS PERKAWINAN KEPALA KELUARGA JUMLAH KK PERSENTASE
LAKI-LAKI PEREMPUAN
NO. STATUS n(JIWA) % n(JIWA) % n(JIWA) %
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 BELUM KAWIN 682 0,87 429 0,55 1.111 1,42
2 KAWIN 69.496 89,0 846 1,1 70.342 90,04
3 CERAI HIDUP 267 0,34 1.092 1,40 1.359 1,74
4 CERAI MATI 726 0,93 4.584 5,87 5.310 6,80
TOTAL 71.171 91.14 6.951 7.92 78.122 100

 Sumber :    Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data  Tahun 2016 (diolah)

Karakteristik kepala keluarga berdasarkan status kawin dapat digunakan untuk melihat jumlah keluarga yang dikepalai oleh lajang maupun mereka yang berstatus cerai baik hidup maupun mati. Data yang diperlukan adalah jumlah kepala keluraga berdasarkan status kawin.

Karakteristik Kepala Keluarga Menurut Status Bekerja

Status ekonomi keluarga dapat dilihat dari kegiatan ekonomi kepala keluarga maupun anggota serta seberapa besar sumbangan mereka terhadap pot ekonomi keluarga. Oleh sebab itu informasi mengenal kepala keluarga menurut status pekerjaan perlu diketahui untuk perencanaan pelayanan kebutuhan dasa penduduk.

Proporsi kepala keluarga laki-laki (91,76%) lebih besar dibandingkan kepala keluarga perempuan(9,42%). Hal ini menunjukkan bahwa peran dan fungsi laki-laki adalah penanggungjawab ekonomi keluarga sehingga lebih banyak yang harus terjun ke pasar kerja, sementara perempuan biasanya hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang bertanggungjwab atas terselenggaranya keluarga yang bersangkutan. Meskipun demikian, perempuan pada masa kini mulai ikut terjun ke pasar kerja.

Proporsi kepala keluarga laki-laki yang mengurus rumah tangga lebih rendah yakni 0,08 persen daripada kepala keluarga perempuan yakni 2,94 persen. Selain itu, terdapat kepala keluarga yang sudah pensiun sebesar 0,42 persen dengan proporsi kepala keluarga laki-laki lebih tinggi yakni 0,42 persen daripada kepala keluarga perempuan yakni 0,06 persen. Selain itu yang perlu menjadi perhatian adalah adanya keluarga yang dikepalai oleh kepala keluarga yang tidak bekerja yakni 0,79 persen dan kepala keluarga yang masih berstatus pelajar/mahasiswa. 0,28 persen.

Tabel 21

Distribusi Kepala Keluarga Menurut Jenis Kegiatan dan Jenis Kelamin

NO

URUT

JENIS_PEKERJAAN Jenis Kelamin Jumlah
LK % PR % n %
1 BEKERJA 70.400 90.1 4.149 5.3 74.549 95.4
1 BELUM/TIDAK BEKERJA 303 0,39 314 0,40 617 0,79
2 MENGURUS RUMAH TANGGA 65 0,08 2.299 2,94 2.364 3,03
3 PELAJAR/MAHASISWA 78 0,10 142 0,18 220 0,28
4 PENSIUNAN 325 0,42 47 0,06 372 0,48
TOTAL 71.171 0.99 6.951 3.58 78.122 4,58

Sumber :     Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data  Tahun 2016 (diolah)

Untuk itu pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan perlu memperhatikan keluarga yang dikepalai oleh kepala keluarga yang tidak bekerja, walaupun proporsi mereka kecil. Kepala keluarga yang tidak bekerja, dapat disebabkan karena sudah memasuki usia pensiun atau memang tidak mampu masuk ke pasar kerja. Untuk mereka ini perlu diberikan intervensi untuk membantu meningkatkan status kesejahteraan mereka, karena pada umumnya keluarga yang dikepalai oleh kepala keluarga yang tidak bekerja memiliki status ekonomi yang rendah. Karena bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan diduga mereka tidak mempunyai penghasilan, sehingga pemerintah Labuhanbatu Selatan perlu membuat perencanaan pelayanan kebutuhan dasar penduduk.

Selanjutnya Tabel 22 menunjukkan jenis pekerjaan yang banyak digeluti oleh kepala keluarga untuk menunjang perekonomian keluarga.

Tabel 22

Distribusi Kepala Keluarga menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin

NO

URUT

JENIS_PEKERJAAN Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki % Perem              puan % n %
1 PEGAWAI NEGERI SIPIL 974 1,25 151 0,19 1.125 1,44
2 TENTARA NASIONAL INDONESIA 91 0,12 0 0,00 91 0,12
3 KEPOLISIAN RI 196 0,25 0 0,00 196 0,25
4 PERDAGANGAN 1.109 1,42 113 0,14 1.222 1,56
5 PETANI/PEKEBUN 31.631 40,49 2.385 3,05 34.016 43,54
6 PETERNAK 8 0,01 1 0,00 9 0,01
7 NELAYAN/PERIKANAN 26 0,03 1 0,00 27 0,03
8 INDUSTRI 5 0,01 0 0,00 5 0,01
9 KONSTRUKSI 8 0,01 0 0,00 8 0,01
10 TRANSPORTASI 110 0,14 0 0,00 110 0,14
11 KARYAWAN SWASTA 12.494 15,99 286 0,37 12.780 16,36
12 KARYAWAN BUMN 5.374 6,88 169 0,22 5.543 7,10
13 KARYAWAN BUMD 47 0,06 1 0,00 48 0,06
14 KARYAWAN HONORER 279 0,36 25 0,03 304 0,39
15 BURUH HARIAN LEPAS 2.106 2,70 200 0,26 2.306 2,95
16 BURUH TANI/PERKEBUNAN 1.826 2,34 98 0,13 1.924 2,46
17 BURUH NELAYAN/PERIKANAN 9 0,01 0 0,00 9 0,01
18 BURUH PETERNAKAN 7 0,01 0 0,00 7 0,01
19 PEMBANTU RUMAH TANGGA 0 0,00 14 0,02 14 0,02
20 TUKANG CUKUR 8 0,01 0 0,00 8 0,01
21 TUKANG LISTRIK 13 0,02 1 0,00 14 0,02
22 TUKANG BATU 28 0,04 0 0,00 28 0,04
23 TUKANG KAYU 25 0,03 0 0,00 25 0,03
24 TUKANG LAS/PANDAI BESI 55 0,07 0 0,00 55 0,07
25 TUKANG JAHIT 31 0,04 11 0,01 42 0,05
26 TUKANG GIGI 2 0,00 0 0,00 2 0,00
27 PENATA RIAS 0 0,00 3 0,00 3 0,00
28 PENATA RAMBUT 1 0,00 0 0,00 1 0,00
29 MEKANIK 213 0,27 0 0,00 213 0,27
30 SENIMAN 4 0,01 0 0,00 4 0,01
31 TABIB 0 0,00 1 0,00 1 0,00
32 PARAJI 1 0,00 1 0,00 2 0,00
33 PERANCANG BUSANA 1 0,00 0 0,00 1 0,00
34 IMAM MESJID 18 0,02 0 0,00 18 0,02
35 PENDETA 50 0,06 1 0,00 51 0,07
36 WARTAWAN 36 0,05 0 0,00 36 0,05
37 USTADZ/MUBALIGH 11 0,01 0 0,00 11 0,01
38 JURU MASAK 1 0,00 1 0,00 2 0,00
39 ANGGOTA BPK 2 0,00 0 0,00 2 0,00
40 BUPATI 1 0,00 0 0,00 1 0,00
41 WAKIL BUPATI 2 0,00 0 0,00 2 0,00
42 ANGGOTA DPRD PROVINSI 1 0,00 0 0,00 1 0,00
43 ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA 15 0,02 1 0,00 16 0,02
44 DOSEN 12 0,02 0 0,00 12 0,02
45 GURU 414 0,53 54 0,07 468 0,60
46 PENGACARA 3 0,00 0 0,00 3 0,00
47 NOTARIS 3 0,00 0 0,00 3 0,00
48 ARSITEK 1 0,00 0 0,00 1 0,00
49 AKUNTAN 1 0,00 0 0,00 1 0,00
50 KONSULTAN 5 0,01 0 0,00 5 0,01
51 DOKTER 22 0,03 2 0,00 24 0,03
52 BIDAN 0 0,00 22 0,03 22 0,03
53 PERAWAT 42 0,05 7 0,01 49 0,06
54 APOTEKER 0 0,00 1 0,00 1 0,00
55 PSIKIATER/PSIKOLOG 1 0,00 0 0,00 1 0,00
56 PENYIAR RADIO 1 0,00 0 0,00 1 0,00
57 PELAUT 3 0,00 0 0,00 3 0,00
58 PENELITI 2 0,00 0 0,00 2 0,00
59 SOPIR 636 0,81 0 0,00 636 0,81
60 PIALANG 1 0,00 0 0,00 1 0,00
61 PARANORMAL 2 0,00 0 0,00 2 0,00
62 PEDAGANG 505 0,65 44 0,06 549 0,70
63 PERANGKAT DESA 39 0,05 2 0,00 41 0,05
64 KEPALA DESA 19 0,02 0 0,00 19 0,02
65 WIRASWASTA 11.867 15,19 553 0,71 12.420 15,90
66 LAINNYA 2 0,00 0 0,00 2 0,00

Sumber :     Ditjen. Kependudukan dan Pencatatan Sipil (2016) Hasil Konsolidasi dan Pembersihan Data Tahun 2016 (diolah)

Dilihat dari kegiatan ekonomi, 43,54 persen kepala keluarga di Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah bekerja dengan jenis pekerjaan terbesar adalah sebagai Petani/Pekebun yaitu 31,631 orang, diikuti Karyawan Swasta yaitu 16,36 persen, dan Wiraswasta yaitu 15,90 persen.      Proporsi kepala keluarga laki-laki yang bekerja sebagai Petani/Pekebun lebih tinggi dibandingkan kepala keluarga perempuan, sedangkan kepala keluarga laki-laki yang bekerja sebagai karyawan swasta juga lebih lebih daripada kepala keluarga perempuan.

 

 

Add comment